Pantai itu menyimpan ceritaku
Sore itu, aku, camera handphone yang terbuka serta tripod yang menopangnya berada di pantai favoritku, tempat kucurahkan semua apa yang kurasakan 7 bulan belakangan ini.
Aku sadar perjuangan hidup yang dijalani membentuk satu kalimat utuh dalam benakku "Aku bersandar pada takdir terbaik ALLAH". Semua yang dilalui berdasarkan arahan dan perintah ALLAH.
Alhamdulillah bahkan sampai pada saat tidak tahu harus ngapain, tapi tetap saja ALLAH buatkan rundown menjalani hidup dengan sangat apik dan menakjubkan.
Ingin rasanya melepas hal yang masih mengganjal di hati, tapi ternyata ALLAH bilang "belum saatnya ya, aku masih ingin menguji kesabaranmu sebagai hambaKU untuk melewatinya", dan Aku sebagai hamba bisa apa? hanya tunduk dan patuh pada RajaNya manusia, hanya bisa berserah terhadap apa yang menjadi ketentuanNya.
Fabiayyi ala irabbikuma tukadziban, ayat ini yang terus dan selalu terulang oleh lisanku ketika peristiwa yang membuat terpana dan terpesona bukan main, dalam hati "Aku tidak pernah berencana untuk ini, tapi ALLAH berikan dengan dahsyat tanpa aku minta".
Rasanya ingin menjelaskan bahwa hal ini adalah yang aku butuhkan, aku menyadarinya disaat benar-benar tidak memintanya. Saat itu cuma bisa diam, terpana, bersyukur dan menangis haru.
Rabb jangan biarkan rasa ragu terhadap takdirMU menyelimuti kebosananku menunggu waktu terbaik dariMU, Aku percaya dan dan aku yakin gak ada satu pun hal yang luput dari perhatianMU.
Semua rapi dan terstruktur sangat indah, hanya manusianya saja yang belum mengerti hikmahnya dan suka berpikir berlebihan (Overthinking). Terima kasih ya ALLAH atas bergantinya sahabat-sahabatku semakin berpendidikan dalam artian semakin peka dengan keadaan.
Karena level seseorang itu terlihat diantaranya dari siapa teman dekatnya, disitulah seseorang akan terlihat kualitas dirinya sebagai pribadi yang utuh.
Komentar