Gak nyangka di angka kepala 4

Gak Pernah nyangka di usia dengan kepala 4 belum menikah, bukannya gak mau tapi emang belum ada takdirnya. Cita-cita menikah sudah dibangun sejak usia 25 tahun lulus kuliah kerja trus bertemu cinta sejati, menikah, tapi semua sudah berlalu 17 tahun lalu.

Ikhtiar, Ta'aruf terus dilakukan sampai saat ini. Memperbaiki diri mulai dari berucap, bersikap, naikin value dengan belajar banyak ilmu baru parenting dan masak rumahan, sampai memilih circle yang menunjang proses menikah sudah semua dilakukan.

Tahajjud, Hajat, Dhuha, Puasa Sunnah, baca quran sampai ada surat favorit setiap harinya sudah dikerjakan, berbuat baik juga sudah menjadi rutinitas tapi emang belum datang waktu yang tepat versi ALLAH mau gimana lagi.

Kalau orang-orang usia segini lagi repot-repotnya ngurus anak menuju remaja, atau ada juga yang anak-anaknya masih balita, saya disibukkan dengan meniti karir dan passion yang saya minati.

Kalau kebanyakan wanita seusiaku sedang menjalani drama-drama kehidupan berumah tangga mulai dari yang tahan ujian sampai ada yang bercerai karena udah gak sanggup lagi, saya diberi kesempatan oleh ALLAH, memahami arti hidup dan dikasih insight untuk membuat konten yang menyentuh orang banyak melalui audio. 

1 kalimat yang selalu saya ingat "ALLAH tau yang terbaik untukmu sedangkan kamu tidak mengetahui" potongan dari terjemahan Surah AL Baqarah ayat 216.

Sebenernya saya sudah bertemu dengan banyak jodoh di dunia ini, mulai dari jodoh pekerjaan yang diminati, jodoh bertemu circle pengajian nambah ilmu nafi' untuk menjalani ujian-ujian kehidupan supaya kuat. Sampai bertemu seseorang yang silih berganti menitipkan cerita dan pesan bermakna dalam setiap perjumpaannya.

Tapi kaya masih ada yang kurang aja kalau belum nikah, belum menjalani sunatulloh, dan mendapatkan predikat menjalani separuh agama. Meski gak ada yang bisa menjamin ketika sudah menikah bakal bahagia dan bisa terus taat kepada ALLAH Subhanahu wa ta'ala atau tidak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENIKAH

Motivasi dari Ali bin Abi Thalib (Pemimpin di zamannya)