Episode 1, Resign dari kerjaan yang dicintai
Episode 1, Resign dari kerjaan yang dicintai
(Melihat Muntah Darah pertama kali)
Dalam hidup sering kali kita dihadapkan pada 2 pilihan bahkan beberapa pilhan. Dengan Keputusan yang kita ambil berarti juga menentukan jalan hidup kita berikutnya. itulah mengapa ada beberapa orang yang mengatakan sulit untuk memutuskan sebuah pilihan, entah itu tidak siap dengan resiko, sudah pasrah, atau biar ngalir aja.
Pilihan yang saya ambil menjadi pengalaman dan pembelajaran yang berharga. keputusan Resign pertama di bulan September 2020 pada Radio Bekasi, masa pandemi membuat gaji dipotong dan alasan Kesehatan mental menjadi keputusan terberat saat itu. Kemudian mencoba dunia baru Voice over meskipun basicnya sudah ada ternyata masih banyak tekhnik yang harus dikuasai dan elemen lainnya untuk masuk ke Industri suara
Sambil ikutan casting VO iklan dan dubbing qodarulloh Januari 2021 Bapak masuk IGD karena mual, terdiagnosa Suspect Covid karena memang lagi booming banget kala itu. 2 minggu di rawat inap, isolasi 1 minggu di rumah lalu bisa beraktivitas kembali.
Bulan Juni dapat kerjaan sesuai passion lagi kali ini di PRO 3 RRI dibantu Mentor kesayangan Pak Zaini bisa sampai disana namun Desember 2021, Resign. Selain menghindar dari keadaan dan kondisi yang menyulitkan untuk beribadah kepada ALLAH Subhanahu wa ta’ala karena jam siaran bertepatan dengan waktu sholat maghrib yang menyebabkan tidak bisa khusuk dan terburu-buru. Alasan lainnya yang memberatkan adalah kondisi bapak dengan kaki yang membusuk karena luka diabetes pada ibu jarinya.
Berat memang melawan cinta/passion pada pekerjaan sebagai seorang penyiar radio yang pernah dicita-citakan sejak SMA tapi hati tergerak Ketika ALLAH memanggil dan memberikan Amanah lebih besar yang akan dijalani. Jaminannya gak main-main, dunia dalam genggaman, pintu surga dibukakan. Desember 2021 memutuskan untuk resign tidak memperpanjang masa kontrak di Radio Pemerintah.
Awal Januari 2022, Bolak balik rumah sakit PH Bekasi Utara, untuk control dokter penyakit dalam dan dokter bedah, sampai pada Tindakan operasi alhamdulillah berhasil, setelah operasi masih ada perawatan pembersihan luka/kotoran after bedah selama 3 bulan dengan mendatangkan perawat ke rumah.
Berjalannya waktu, kembali pada aktifitas masing-masing tapi saya sudah tinggal di rumah karena memilih bekerja dari rumah sebagai voice over talent yang hanya sesekali ke luar rumah untuk recording di studio.
Awal 2023 kembali bolak balik rumah sakit dan klinik untuk berobat mulai dari proses lasik mata bergantian kanan dan kiri, lalu berobat karena maag/asam lambung sampailah puncaknya Minggu 26 November 2023, Bapak Muntah Darah Masuk IGD Primaya Hospital Bekasi Utara.
Dengan wajah pucat lemas, keringetan, badan yang kurus saya dan kedua adik laki-laki anak ke2 dan ke3 beserta mama ikut mengantar ke Rumah sakit.
Pada saat itu saya baru sembuh 3 hari setelah hampir 3 minggu sakit karena kecapean setelah mengikuti pelatihan Penyiar Radio yang diselenggarakan Kemendikbud ristek.
Kondisi yang membuat tenang adalah berpikir bahwa Bapak sudah usia lanjut, berulang kali sakit, dan masuk rumah sakit sehingga merasa bukan sesuatu yang membuat panik meski hati terasa sedih melihat kondisinya tapi berusaha tegar menyemangati diri bahwa insyaaALLAH semua bisa kita lalui.
Saya yang berulang kali menahan airmata agar tidak menampakkan kesedihan dihadapan almarhum, tapi tak bisa menahannya pecah ketika bersujud dan memohon kepada ALLAH Ta’ala.
(Melihat Muntah Darah pertama kali)
Dalam hidup sering kali kita dihadapkan pada 2 pilihan bahkan beberapa pilhan. Dengan Keputusan yang kita ambil berarti juga menentukan jalan hidup kita berikutnya. itulah mengapa ada beberapa orang yang mengatakan sulit untuk memutuskan sebuah pilihan, entah itu tidak siap dengan resiko, sudah pasrah, atau biar ngalir aja.
Pilihan yang saya ambil menjadi pengalaman dan pembelajaran yang berharga. keputusan Resign pertama di bulan September 2020 pada Radio Bekasi, masa pandemi membuat gaji dipotong dan alasan Kesehatan mental menjadi keputusan terberat saat itu. Kemudian mencoba dunia baru Voice over meskipun basicnya sudah ada ternyata masih banyak tekhnik yang harus dikuasai dan elemen lainnya untuk masuk ke Industri suara
Sambil ikutan casting VO iklan dan dubbing qodarulloh Januari 2021 Bapak masuk IGD karena mual, terdiagnosa Suspect Covid karena memang lagi booming banget kala itu. 2 minggu di rawat inap, isolasi 1 minggu di rumah lalu bisa beraktivitas kembali.
Bulan Juni dapat kerjaan sesuai passion lagi kali ini di PRO 3 RRI dibantu Mentor kesayangan Pak Zaini bisa sampai disana namun Desember 2021, Resign. Selain menghindar dari keadaan dan kondisi yang menyulitkan untuk beribadah kepada ALLAH Subhanahu wa ta’ala karena jam siaran bertepatan dengan waktu sholat maghrib yang menyebabkan tidak bisa khusuk dan terburu-buru. Alasan lainnya yang memberatkan adalah kondisi bapak dengan kaki yang membusuk karena luka diabetes pada ibu jarinya.
Berat memang melawan cinta/passion pada pekerjaan sebagai seorang penyiar radio yang pernah dicita-citakan sejak SMA tapi hati tergerak Ketika ALLAH memanggil dan memberikan Amanah lebih besar yang akan dijalani. Jaminannya gak main-main, dunia dalam genggaman, pintu surga dibukakan. Desember 2021 memutuskan untuk resign tidak memperpanjang masa kontrak di Radio Pemerintah.
Awal Januari 2022, Bolak balik rumah sakit PH Bekasi Utara, untuk control dokter penyakit dalam dan dokter bedah, sampai pada Tindakan operasi alhamdulillah berhasil, setelah operasi masih ada perawatan pembersihan luka/kotoran after bedah selama 3 bulan dengan mendatangkan perawat ke rumah.
Berjalannya waktu, kembali pada aktifitas masing-masing tapi saya sudah tinggal di rumah karena memilih bekerja dari rumah sebagai voice over talent yang hanya sesekali ke luar rumah untuk recording di studio.
Awal 2023 kembali bolak balik rumah sakit dan klinik untuk berobat mulai dari proses lasik mata bergantian kanan dan kiri, lalu berobat karena maag/asam lambung sampailah puncaknya Minggu 26 November 2023, Bapak Muntah Darah Masuk IGD Primaya Hospital Bekasi Utara.
Dengan wajah pucat lemas, keringetan, badan yang kurus saya dan kedua adik laki-laki anak ke2 dan ke3 beserta mama ikut mengantar ke Rumah sakit.
Pada saat itu saya baru sembuh 3 hari setelah hampir 3 minggu sakit karena kecapean setelah mengikuti pelatihan Penyiar Radio yang diselenggarakan Kemendikbud ristek.
Kondisi yang membuat tenang adalah berpikir bahwa Bapak sudah usia lanjut, berulang kali sakit, dan masuk rumah sakit sehingga merasa bukan sesuatu yang membuat panik meski hati terasa sedih melihat kondisinya tapi berusaha tegar menyemangati diri bahwa insyaaALLAH semua bisa kita lalui.
Saya yang berulang kali menahan airmata agar tidak menampakkan kesedihan dihadapan almarhum, tapi tak bisa menahannya pecah ketika bersujud dan memohon kepada ALLAH Ta’ala.
💗💗💗💗💗
Blog : hannaritongahr.blogspot.com
Instagram : @hanna_ritonga_
Youtube : Hanna Ritonga Official
Komentar