LAMPUNG HOLIDAY

Liburan dari ALLAH Ta’ala

This is ALLAH Subhanahu wata’ala Skenario, itu yang sering kusebut dan kusampaikan pada dewe, sahabat liburanku kali ini, LAMPUNG – PALEMBANG menjadi destinasi kami. Setelah ALLAH membuka tabir kebahagiaan dan kebaikan untuk aku dan dewe. Mulai dari kamis 29 April 2015, kami yang sibuk bekerja karna memang harus diselesaikan membuat pesanan tiket pesawat, tiket kereta dan hotel tertunda. Finally tiket pesawat PP sudah di transfer dewe, juga tiket kereta lubuk linggau go to palembang. Aku nginap di rumah dewe, dewe mulai packing jam 23.00 wib, aku juga beberes kami mulai tidur jam 02.00 dini hari, ibu dewe membangunkan kami pukul 04.30, padahal janji jalan jam 5 pagi keluar dari rumah. Udah kesiangan masih sempetin mandi, mungkin karna lelah atau ini memang sudah skenario ALLAH, aku mandi di susul dewe.

Kamis 30 April 2015

Sampai di damri pasarminggu-soekarno hatta Perutku mules, posisi di damri pukul 05.50 wib baru jalan dari terminal pasar minggu. Macet dari pasar minggu, kalibata, dan masuk tol pancoran pukul 07.00, tiket pesawat yang kami pesan tujuan brngkulu, Garuda Indonesia take off pukul 07.30. Dewe sudah gelisah aku berusaha tenang dan ikut skenario ALLAH saja, karna apa yang kita lalukan jika menjadi ridho ALLAH akan berbuah indah.

Benar saja, kami sampai soekarno hatta pukul 08.00, kami langsung melapor ke customer service untuk keterlambatan kami, dengan perdebatan dan penjelasan cs Garuda Indonesia hasilnya tiket hangus. Aku dan dewe sempat panas kepala tapi kami berusaha dingin. Finally memutuskan untuk putar arah dari bandara soeta ke merak.

Kami naik damri jurusan serang, cilegon, merak. 2 wanita yang gak pernah ngeteng ke merak kini ALLAH buatkan skenarionya. Fery chatylin, feri yang mengantarkan kami berlabuh bakaheuni. Sebelum turun kami menyempatkan diri untuk berfoto di pinggir kapal laut ini Foto di kapal fery (foto di HP dewe)
Sebelum turun dewe bertanya dengan seorang wanita dengan tampilan tomboy abel asli orang lampung yang kerja di restoran PIK ternyata berdekatan dengan kantor kami, lagi-lagi ini kusebut skenario ALLAH. Abel lah yang dikirim ALLAH untuk menemani dan mengawasi kami. Abel juga yang membantu menawar travel jenis avanza silver dengan plat kuning resmi dari pelabuhan bakaheuni.

Kami yang bingung ingin kemana karna tujuan utama kami adalah bengkulu -> palembang, berubah bermuara di bandar lampung bingung dan bismillah aja, innallaha ma’ana. Aku tidak menyangka ternyata jarak pelabuhan bakaheuni ke stasiun tanjung karang lampung ditempuh dalam waktu 2 jam seperti jakarta-bandung. Kami ngobrol dan bercanda dengan abel dan pak udin (driver) yang mengantarkan kami ke stasiun KA Tanjung Barat. Aku dan dewe selalu menggunakan komunikasi isyarat untuk membicarakan tentang biaya yang kami keluarkan. Banyak hikmah dan pengalaman berharga yang tidak sebanding dengan tiket pesawat Garuda Indonesia Rp.583.000 hangus.

Tidak hanya sampai di situ abel tidak tega meninggalkan kami yang terlihat sekali tidak tahu medan daerah sumatra khususnya lampung. Abel menemani kami sampai kami benar-benar dapat tiket kereta yang kami inginkan yaitu tujuan lubuk linggau, setelah dewe bertanya dengan petugas KA Tanjung karang ternyata dari lampung ke lubuk linggau naik 2 kali kereta transit. Keputusan cepat diambil dewe untuk stay di lampung.

Aku, dewe dan abel makan di Rumah Makan padang setia dekat dengan stasiun Tnjung karang. Abel memanggil kedua temannya ryan dan ridho, kami pun berkenalan. Perkenalan pun dilakukan, ridho memberikan info untuk penginapan dengan rate 250 ribu di Hotel Pelangi. Free pass karaoke aku, dewe, abel, ryan, dan ridho kami karaoke 2 jam, dan berencana esok untuk jalan-jalan ke pasir timbul pantai sari.

Jumat 1 Mei 2015 Ryan dan ridho sudah siap menemani kami berlibur di lampung, aku fikir kami 3 motor dengan abel juga nita temannya, ternyata kami 5 motor, desta, apri, vigel,fitri, rameee dan menyenangkan. Kami pun bergegas ke pasir timbul pantai sari. Kami kolekan alias patungan abel membeli 1 dus vit gelas, aku, dewe, ridho patungan beli nasi padang ayam goreng untuk 10 orang. Tiket masuk 1 orang 10ribu tiket motor 5ribu. Total 1 motor orang Rp.25.000.

Ryan sholat jumat, setelah itu aku dan dewe nyusul sholat zuhur di mushola dekat pantai. Lalu kami pun menyewa perahu untuk sampai ke pasir timbul, pasar apunk yang terletak di tengah pantai. Tiket perahu Rp. 130.000 , per orang Rp.5000 Total 1 perahu dan 10 orag Rp. 180.000, berangkattttt

Foto di dalam perahu (foto di HP dewe) Sampai di pasir timbul, abel, ryan, ridho, desta, apri, vigel,fitri. Main air sedangkan aku dan dewe tidak bawa baju ganti jadi kami menepi saja dipinggir dan memoto teman baru kami. Keceriaan dan kederhanaan bertemu dengan sahabat baru membuat aku dan dewe memiliki pengalaman baru di kota yang memiliki khas lambang siger atau mahkota pengantin wanita lampung.

Foto di papan tulisan pasir timbul, pantai sari (foto di HP dewe)

Maghrib tiba kami sholat di Al-furqoon, abel dan kawan-kawannya juga menemani kami foto di depan kantor gubernur sebagai kenang-kenangan dan kami berpisah di stasiun KA Tanjung karang, terima kasih abel, ryan dan ridho yang setia menemani aku dan dewe mengisi 1 hari kami yang rencananya di bukit kaba ternyata ALLAh ganti dengan bertemu kalian orang-orang baik dan seru ke pasir timbul subhanallah skenarioMU Rabbi. Foto di depan stasiun Tanjung Karang, Bandar Lampung (foto di HP dewe)

Pukul 21.00 kini aku dan dewe menuju prabuli tujuan palembang, bismillahirrohmanirrohim Bengkulu-> bukit kaba->palembang Bandar lampung-> pasir timbul->palembang Lampung “ge” “bukan gitu ge”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENIKAH

Motivasi dari Ali bin Abi Thalib (Pemimpin di zamannya)